Hidroponik adalah cara bercocok tanam tanpa media tanah dengan nutrisi yang dibutuhkan tanaman melalui air. Media pengganti tanah dalam hidroponik :
1. Rock Woll
Rock
woll merupakan salah satu media tanam yang banyak digunakan oleh petani dan
hobbies di Indonesia.
Rock
woll merupakan media tanam anorganik yang berbentuk menyerupai busa, memiliki
serabut-serabut halus dan bobotnya sangat ringan. Busa ini terbentuk dari
batuan basalt
yang dipanaskan dengan suhu sangat tinggi hingga meleleh kemudian
mencair dan terbentuklah serat-serat halus. Dalam budidaya hidroponik, rock
woll digunakan untuk media tanam sejak saat penyemaian sampai panen
2. Cocopeat
Cocopeat
merupakan media tanam organik yang terbuat dari serbuk sabut kelapa. Media
tanam ini memiliki daya serap air yang sangat tinggi memiliki rentang Ph antara
5,0 – 6,8 dan cukup stabil sehingga bagus untuk pertumbuhan perakaran.
Penggunaan
: Dicampur dengan media tanam lain, contohnya sekam bakar dengan perbandingan
50:50 untuk mempertinggi aerasi. Tingkat aerasi berfungsi agar akar dapat
bernafas lebih baik
3. Sebak (Sekam Bakar)
Media
tanaman yang sangat steril karena mikroba patogen telah mati selama proses
pembakaran. Sebak memiliki kandungan karbon yang tinggi sehingga membuat media
tanam ini menjadi gembur namun mudah lapuk
4. Hydroton
Hydroton
merupakan media tanam yang terbuat dari bahan dasar lempung yang dipanaskan.
Bentuk dari hydroton bulatan-bulatan dengan ukuran bervariasi antara 1 cm – 2,5
cm. Di dalam bulatan-bulatan terdapat pori-pori yang dapat menyerap air /
nutrisi sehingga dapat menjaga ketersediaan nutrisi dan hydroton memiliki Ph
netral dan stabil
5. Perlite
Perlite
merupakan media tanam yang dibuat dari batuan silika yang dipanaskan pada suhu
tinggi. Perlite memiliki aerasi yang bagus, kemudian Ph netral dan bobot yang
sangat ringan
6. Vermiculite






Tidak ada komentar:
Posting Komentar